1 Januari 2012
Skema Kelistrikan
Keterangan :
S1 = saklar untuk listrik 220 Vac/PLN
F1 = sekring tabung
10 Ampere + house
F2 = sekring tabung
15 Ampere + house
T1 = trafo
ACT 2 Ampere merk “BIG” ( 5 ampere klo mau buat aki mobil, 10 ampere klo mau buat aki truk )
D1 = dioda
bridge 10 Ampere
D2 = dioda MIC
6A05
IC1 = LM7815 +
sirip pendingin
R1 = resistor
0.1 ohm 1 watt
Q1 =
transistor TIP3055 + sirip pendingin
C1 = kapasitor
2200 mikrofarad 25 V
C2 = kapasitor
1000 mikrofarad 35 V
C3 = kapasitor
1 mikrofarad 35 V
Komponen Pendukung :
- Papan PCB berlubang
- Kabel ganda buat 350 volt 1 meter
- Kabel isi kawat diameter 0.5 mm 1 meter
- Baut segienam 8 buah
- Jepit buaya kecil 8 pasang
- Jepit aki 1 pasang
- Colokan isi 3 merk Broco 1 buah yang pake saklar
- Alas kayu 25x15 cm 1 buah
- Dobeltip busa 1 buah
WARNING :
PASTIKAN GUNAKAN SEKRING JIKA ANDA MERAKIT KOMPONEN ELEKTRONIKA, UNTUK MENGHINDARI KEBAKARAN ATAU HAL-HAL YANG TAK DIINGINKAN
Gambar.1. Rangkaian elektrik
( inilah rangkaian regulator fullwave buat ngecas aki bikinan sendiri)
Gambar.2. Sekring 15 Ampere pada jalur ke accu
Gambar.3. Sekring 10 ampere pada jalur ke stop kontak
Gambar.4. Pastikan selalu gunakan colokan model bulat, karena colokan model ini memiliki ground, biar komponen ga nyetrum ketika tersentuh tubuh
( lihat 2 logam pada atas&bawah colokannya, itu ground )
Gambar.5. Ngecas aki Satria FU ( cukup 50 menit )
Gambar.6.Ngecas aki truk 100 Ah ? No problem
Seperti terlihat pada gambar, cas saya ini belum dilengkapi kipas pendingin, sehingga ketika cas ini digunakan, saya menyalakan kipas angin buat mendinginkan cas ini.
Cas ini adalah jenis fullwave rectifier regulator, outputnya 14.8 Vdc 8.5 Amp, dan bukan jenis otomatis, sehingga ketika mau ngecas diperkirakan dulu waktunya, rumusnya
T = I aki / I cas
Keterangan :
T = lama pengisian ( jam )
Iaki = arus aki ( Ah )
Icas = arus output cas ( A )
misal untuk ngecas aki 100 Ah => T=100Ah/8.5A= 11.76 jam atau 11 jam 45 menit
Cas buatan saya ini dilengkapi sekring pada input dan outputnya, sehingga bila terjadi kelebihan muatan, cas beserta aki dan jaringan listrik bangunan dapat terselamatkan, insya Allah.
selamat berkarya !
:D :D :D







nice info..izin share...
BalasHapusMonggo, dipersilakan
BalasHapusoh iya, pada skema, keluaran dari trafo menuju dioda bridge itu 18 Vac
BalasHapustrus sebelum ke F1 ( sekring yg pertama/jalur input AC220V ) dikasih saklar ya
Iya nanti tak kasih saklar
BalasHapuskok bisA pke elco sgala.....,yg posting ini kira2 bisa beneran gak?? (kayak power suplly aja)
BalasHapuselco ( kapasitor ) di rangkaian ini fungsinya buat meratakan arus DC yang keluar dari dioda bridge
BalasHapusbiar ga merusak sel2 aki
ga pake juga ga papa, tapi aki bakal cepet kehilangan kemampuannya menyimpan muatan listrik
prinsip kerja charger adalah :
arus 220V PLN yang AC itu yang dari colokan itu diturunkan tegangannya lewat trafo step down, tros diubah jadi DC melalui dioda, kemudian diregulasi melalui voltage regulator, terakhir diratakan melalui elco
jadi,
kalo ada yang bilang ini power supply, itu emang betul
kalo ada yang bilang ini charger aki, itu bener juga
kalo ada yang bilang ini kiprok, ya ngga salah juga
soale ketiga alat tersebut prinsip kerjanya sama wae :D
dijual g mas?
BalasHapuswah maaf sekali, itu engga dijual
BalasHapusMas, kenapa sekringnya kok yang 10 ampere sama 15 ampere. Udah dicek belum mas arus keluarannya berapa saat ngecas aki itu. Thanks ya. Tetap semangat!!
BalasHapussama-sama, Pak :D
BalasHapuso ya,
ini sengaja pake 2 sekring supaya bisa memutus arus lebih cepat dibanding kalau pakai 1 sekring kalau terjadi konslet, Pak
supaya komponen lebih cepat terselamatkan
untuk arus keluarannya yg DC sudah saya ukur
sekitar 8 ampere-hour
sedang arus masukannya yg AC, naik-turun sekitar 4-7 ampere-hour, Pak